Jumat, 14 Januari 2011

PART 2

Sore di rumah Alvin.

Alvin sudah siap dengan pernak – perniknya buat nginap ke rumah Cakka. Alvin turun dari tangga, Oma dan Oliv sedang duduk sambil menonton Tv.
“ Mau kemana Vin..? kok bawa tas gitu…?” Tanya Oma.
“ Mau ke rumah teman Ma “ kata Alvin
“ Ke rumah teman ?? kamu mau ke rumahnya Cakka ..???!!” kata Oma.
“ Iya, emang kenapa OMa..?” Tanya Alvin.
“ Kamu gak boleh ke rumahnya Cakka….!!!” Bentak Oma.
“ Kenapa Oma..?!!’ kata Alvin.
“ Pokoknya gak boleh…!!” kata OMa.
“ Ah, malas berantem sama OMa” kata Alvin langsung menuju garasi mengambil ninja hitamnya.
“ AlvinNNnn…..!!!!!” teriak Oma.
“ Udah Oma,biarin kak Alvin pergi,emang ada yang salah kalau kak Alvin ke rumah kak Cakka.??? “ kata Oliv menenangkan OMa. Oma tidak menjawab.
“ ya udah, OLiv mau ke kamar dulu ya Oma..” kata Olivia.


Di rumah Cakka-Ray

“ Eh, dari pada main PS terus, kerjain PR yuk” ajak Ray
“ Yah, lagi asyik-asyiknya nih,” kata Debo.
“ Ya udah De,kalau masih mau main, main aja, kita kerjain aja dulu Ray,” kata Obiet + anggukan Irsyad dan Patton.
“ Waahhhh menaaang…!!!!!!!” Debo teriak, karna menang balap lawan Ozy.
“ Woiiii, bisa diam gak sehh…!!!!! Gak lihat apa gue lagi tidur…????!!!!!” kata Deva yang tidur di kasur Ray sambil melempar guling ke Debo.
“ sorry-sorry lagi happy nehh” kata Debo
“ Ya iyalah, namanya juga baru pernah menang” ejek Ozy
“ Ya udah, udah selesai mainnya??” Tanya Obiet.
“ Iya, malas gue main” kata Ozy
“ Yee, malas atau takut kalah..???” ejek Debo.
“ Ah, banyak bacot lho-lho ahhh..!!! gak tau aja gue lagi mimpi jalan sama Keke…??!!” cetus Deva ngasal.
“ Jiahh,udah main khayal nehh,” kata Patton.
“ Udah-udah,sekarang kerjain yuk, habis waktu kalau kalian banyak cek-cok,” kata Ray. Lalu mereka mengerjakan tugas dan akhirnya jam 4 sore.
“ eh Ray, udah sore nihh, pulang dulu yahh,” kata Obiet.
“ Iya Ray udah sore, ntar mama ku cemas Lhoh,” kata Ozy.
“ Alah, dasar anak mama.!!” Ledek Irsyad.
“ Kita pulang yuk, dahh…!!!!!! Sampai jumpa besok.” Kata Deva.
Dan mereka turun, di ruang tengah di sana sudah ada Alvin, Rio, Cakka dan Iel.
“Eh,ada si curut ? kata Deva
“Eh,apa lho dudul ?! kata Rio
“ah,malas gue dengar curcol kalian berdua, tiap hari berantem melulu. Kaya aku dong, nagak pernah berantem,selalu akur,” bangga Cakka.
“Alah tampanh lho Cakk” kata Iel
“Eh,cur gue pulang dulu yach,dach....”kata Deva
“Dasar penyok !!kata Rio
“Udahlah rio,gitu aja di ladenin”kata Alvin
Dan teman-teman Ray udah pada pulang.yang ada dirumah hanya Ray, Cakka dan temennya,Bi Inah dan pak Jos. Ray kembali ke kamar, sedangkan Cakka dkk ke studio musik, mau ngeband gito.


Studio

“Gue drummer ya” kata Alvin
“Alah,tampang lho,Cuma bisa mukul kasur aja vin,” canda Iel.ok, gue bass sambungnya
“Gue gitar, dan lo Yo nyanyi” kata Cakka
“Ok,tancap….!!!! Kata Rio
Mereka langsung bernyanyi “Akulah Dia”
Sementara di kamar Ray,
HP Ray berbunyi, “ adakah kesempatan untuk diriku…..” hah, siapa lagi nih telepon” kata Ray. Dan mengambil HPnya dan mengangkat telepon.
“Hallo Mah, ada apa? Kata Ray
“Hallo juga sayang, gemana kabarnya? Baik-baik saja kan? Kata mama Uci.
“Iya Mah, tumben nelpon?” Kata Ray
Oh ya, gini mama mau kasih tau, Opa sama Oma mau ke rumah, katanya mau jagain kalian selama mama di NY”. Kata mama Uci.
“Oh githu yah, kapan mereka sampai? Tanya Ray
“ Katanya masih di Bekasi tuh, tinggal 30 menit lagi kira-kira”, kata Mama.
“OK, mah,” kata Ray.
“ Oh ya, tolong kasih taut ante Gina ya, suruh datang, Oma mau ketemu juga sama Ify, OKAY, udah dulu yah sayang. Jangan telat makannya, nurut sama Oma, Bye……” kata mama Uci.
“ Bye….” Kata Ray. Langsung keluar kamar menuju tempat Cakka .
“ Kak Cakka, mama barusan telepon, katanya Oma sama Opa ke sini, sekarang masih di Bekasi,” kata Ray langsung menuju Alvin.
“ Ya, seru dong ada Opa + Oma”, kata Cakka.
“ ya elah, gebukannya ga’ enak tuh,” ejek Ray ke Alvin.
“ya biasalah Ray, aku kan baru belajar, gak kaya kamu udah jadi drummer Nasional,” ujar Alvin.
“Hm, anak pinter,” puji Ray ke Alvin.
“Ha… ha… ha…,” Rio ketawa.
“Eh Cak, gak papa neh kita nginep? Jadi gak enak sama Oma-Opa lo, kata Iel.
“Ya enggak lah,” kata Cakka.
“Keluar yuk, bosan neh,” ajak Rio.
Dan mereka keluar dan duduk di gazebo. Ray dan Cakka masih didalam studio.
“Eh iya kak lupa, tolong kasih tahu tante Gina dan Ify, katanya Oma udah kangen berat sama Ify”, kata Ray.
“OK dah, gue telepon tante dulu ya”, Kata Cakka keluar dari studio.
Dum dum pak cessss…! Suara gebukan drum dari Ray, kemudian keluar dan mencari Bi Inah.

“Bi Inah, Bibi…,” kata Ray.
“iya Ray, ada apa?” kata bi Inah.
“Gini Bi, mama tadi telepon, katanya Oma-Opa kerumah, tolong siapin makan malam buat mereka, Oh ya, ada tante Gina juga sama Ify”. Kata Ray.
“Ok den, Pasti kalau non Ify, pudding coklat tuh kesukaannya.” Kata Bi Inah.
“Yup 100 but bibi”.udah yach Ray mau beresin kamar dulu,ntar oma marah sama Ray,di bilang gak rapi lahhh,gak rajin lahh. Daaa bi….”, kata Ray.
“Daaahh juga den”, kata bibi langsung ke dapur.

Cakka, Rio, Alvin, dan Iel duduk di gajebo. Ray sedang di kamar dan melihat mobil tante Gina datang.

“Yes ka` Ify datang, lumayan buat bantu beresin nih kamar.” kata Ray.

Ray langsung turun dan cipika-cipiki sama tantenya. Tantenya langsung ke dapur mau siapin makan malam, sedangkan Ify di bawa Ray ke kamarnya, dengan tujuanya tadi. Saking asyik ngobrol Cakka dan teman – temanya tidak menyadari ada yang datang.

“Ngapain ngajak aku ke kamar loe Ray…??? Tanya Ify,
“Udah, jangan banyak curcol, ayo.” Ray menyeret Ify ke kamarnya ,dan Ify hanya bisa pasrah. Setelah sampai Ray membuka pintu kamarnya dan Ify langsung teriak.

” What ?????’’, Teriak Ify’

Cakka dan kawan-kawan kaget,

“siapa tuh yang teriak Cak?”, Tanya Rio.
” Ah, paling bi Inah tuh,” lanjut kata Cakka, dan mereka melanjutkan gosipnya (gossip apa tuh???).

“Pasti Ray usil tuh,” kata tante Gina didapur sambil ketawa + bi Inah.
“Ya elah….bisa sih sedikit aja gak teriak??” Kata Ray
“Yah, abis pasti lho pasti nyuruh gwe rapi’in kamar loe yang berantakan, kan?”, Tanya Ify.
“Ha.ha.ha……anak pintar! seratus deh nilainya, ayo kita mulai aja”, ajak Ray.
“Ya Allah mimpi apa aku semalam?” kata Ify sambil rapiin kamar Ray. Setelah selesai, Ify langsung kekamar sebelah, yaitu kamar Cakka, dia mau istirahat sebentar.
“Kalu istirahat dikamar Ray, pasti ngamuk orang baru dirapiin.” Kata Ify sambil bberjalan sambil menuju kamar Cakka, dan dia langsung mengebaskan tubuhnya kekasur.
“Ya Allah, serasa di surga.”kata Ifi (langsung menutup mata)
“Ka Cakka Oma Opa udah datang……..!!” kata Ray
“Oh iya, yuk semua kita ketengah,” ajak Cakka.
“Hai Oma“, kata Ray sambil memeluknya.
“Udah gede nih cucu Oma, mana Ify?” Tanya Oma.
“Lagi tidur Oma,” kata Ray.

Cakka dan kawan-kawan datang.

”Hai Oma Opa“. kata Cakka sambil mencium tangan mereka.
”Ini teman Cakka “, kata Cakka.
“Hay Oma,” berurutan,
Aku Alvin,
Rio,
Gabriel, panggil aja Iel.

“Oh Iya,iya, cakep-cakep sekali kalian”, kata Oma.
“Oma bisa saja”, kata Cakka.
“ Ma, istrahat dulu Yuk,” ajak tante Gina menuju kamar.
“ Kita kekamat yuk, ajak Alvin ketemannya.’ayo kata Rio dan Iel.
“ Kalian duluan , aku mau kedepan dulu kata Cakka” kata Cakka.
“Ayo kak“, ajak Ray.

Setelah sampai di atas, Alvin membuka pintu kamar dan kaget .

“Hah! kamu siapa?,” tanya Alvin ke Ify, Ify tidak menjawab, karena sedang tertidur pulas.
“Cak,Cakka, panggil Alvin, Iel dan Rio.”
“Ada apa..??”ko` teriak gituhhh..??
“Itu siapa didalam”main tidur aja, cewek lagi!”kata Rio
“Mana coba aku liat ,” kata Cakka, sambil masuk kedalam kamarnya.
“Yaelah… ko’tidur disini lho”, kata Cakka.

Alvin, Rio dan Iel Cuma bisa bingung.

“Hai ladys bangun!” kata Cakka sambil menggaoyangkan tubuh Ify.
“Woy bangun centil..!!” kata Cakka.


Tidak ada tanda kehidupan pada Ify.

”Yaah payah ni anak,” ujar Cakka.
Alvin,Rio, dan Iel tidak tau itu Ifi, karna Ify tidur mukanya tertutup bantal dan telungkup dan mereka tidak tau kalau Ify sepupu Cakka.
“Udah yuk kita keluar aja,ni anak suka gini kalau udah tidur,susah di bangunin.”kata Cakka.

Mereka bertiga nurut aja.

”kita duduk di sini saja, “kata Cakka yang duduk di sofa dekat kamarnya.
“Cak,tu sapa sih..? yang aku tau Ray itu adik loh satu – satunya..!” kata Iel.
“itu sepupu gue,”ujar Cakka.
“Haah ??? berani banget dia, kaya rumah sendiri aja apa lagi itukan kamar cowok.” kata Alvin.
“Itu biasa saja, diakan satu –satunya cewek di keluarga kita, jadi sifatnya manja. Dia juga udah gue anggap adik sendiri.” Kata Cakka.
“Oh, ghitu yah emang saudara mama kamu berapa ?”, Tanya Rio.
“Mama ku sama mama dia aja. Dan dia anak tunggal. Karna gue ga’ punya adek cewe’ ya, gue manjain aja dia.” Kata Cakka.
Alvin, Rio, dan Iel meng “O” kan mulutnya. Tiba-tiba Ray keluar dari kamarnya ,
“ Ka’ si Centil mana?”, Tanya Ray.
“ Lagi tidur tuh”, kata cakka.
“ Oh, gue bangunin ajaa yah,” kata Ray sambil membuka pintu kamar Cakka. Lalu Ray masuk dan langsung melompat ke kasur Cakka. Spontan Ify terbangun.
“Gempa!!” teriak Ify.
“Ha…ha…ha… dasar, bangun-bangun maghrib tahu”, kata Ray.
“Dasar ga’ bisa laihat orang senang’, kata Ify langsung mendorong Ray keluar dari kamar Cakka dan kemudian mengunci pintunya.
“Gemana Ray, uadah bangun?”, Tanya Cakka.
“Udah”, Kata Ray.
“Trus kenapa dia kunci pintunya lagi?”, Tanya Alvin.
“ Tahu tuh, mandi atau Sholat tuh anak.” Kata Cakka.
Tak lama kemudian Ify keluar. Dan Alvin, Rio, Iel terkejut melihat Ify di depan kamar Cakka.
“Ify”, kata Rio kaget.
“Hai dah lama? Kenapa ga’ bangunin aku Cakka kalau ada mereka?”, kata Ify.
“ Jadi, kamu sepupu Cakka, Fy?”, Tanya Alvin.
“ Ya iyalah, emang kalian ga’ tahu. Ko’ serius banget mukanya.” Kata Ify.
“ Ya, Cuma kaget aja”, kata Iel.
“Oh ghitu yah, eh aku ke bawah dulu yah. Dah………..”. kata Ify.
“ Cakk, kenapa loe ga’ kasih tau kita tentang Ify?”, kata Rio.
“Yah, rahasia aja.” Kata Cakka.
Akhirnya Ify pulang dengan dengan mamanya, sedang Alvin, Rio, Iel, nginep di rumah Cakka.


Di Sekolah TUNAS IDOLA BANGSA

X-A.
“ Hai WJ !!!!”, sapa Deva.
“ Hai !!!, WJ.
Deva langsung duduk di bangkunya setelah itu menghampiri Keke.

“ Hai Ke”, kata Deva.
“ Hai juga”, sahut Keke.
“Woeeee,,, ada yang lagi jatuh cinta nih,” sahut Irsyad.
Semua anak WEARJACK dan CECE tertuju pada Irsyad.

“ Siapa tuh?” kata Ocha.
“ Ya KeVa lah.” Sahut Irsyad.

Semua tertawa melihat Irsyad, Deva, dan Keke.
Teet….teet….teeet…. Bel masuk.

“Selamat pagi anak-anak”, sapa bu Winda.
“Pagi Bu…..”, semua.
“Sekarang buka halaman 16. Tolong baca dan kerjakan soal halaman 18. Okay,,,,,”. Kata Bu Winda.
“Okay,,,, Miss..” Semua.

Tok…..tok…..tok….., pintu kelas di ketok.
“ Masuk”, kata Bu Winda.
“Selamat pagi, Bu,”. Kata Lintar (KETOS)
“Pagi, ada apa Lintar?”, kata Bu Winda.
“ Saya ingin menyampaikan informasi tentang ESKUL Bu.” Jawab Lintar.
“Ok, silahkan.” Kata Lintar bersama Ka’ Sion dan Dayat ingin menyampaikan informasi tentang EKSKUL.
“Sebelumnya, saya minta maaf, karena di kelas ini ada Sekertaris I, saya tidak bisa menghubunginya dulu, karena ada Sekertaris II, kepada saudara M. Raynald saya mohon maaf,” kata Lintar.
“ Tidak apa-apa Kak, Lagian Sekarang lagi sibuk,” kata Ray.
“ Baiklah, bagi adek-adek yang ingin masuk EKSKUL basket, silahkan menghubungi Cakka Kawekas sebagai ketua tim. EKSKUL musik menghubungi M. Raynald. EKSKUL vocal Mario Stevano dan Ify. EKSKUL pramuka Patton, Obiet, Sion, dan Septian. EKSKUL KIR Dayat dan Angel. EKSKUL bola dan olahraga hubungi Alvin, Gabriel, dan Sivia. Dan info lebih lanjut, di Mading. Dan yang ingin masuk olimpiade Club hubungi saya, M. Raynald, Obiet, Cakka, Deva, Patton, Olivia, dan Debo. Terima kasih.”
“ Terima kasih Bu, atas waktunya, permisi, “ kata Lintar, Sion, dan Dayat., sambil keluar kelas.
“ Iya sama-sama, Nah anak-anak Ibu harap kalian masuk Olimpiade Club ya……..” Kata Bu Winda.
“Iya Bu,,,,” semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar