Tampilkan postingan dengan label PenJaga keimanan Q. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PenJaga keimanan Q. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2012



           Neraka adalah tempat penyiksaan orang-orang yang berdosa, di dalamnya terdapat berbagai macam siksaan dan penderitaan yang tidak dapat dilukiskan. Mereka di situ tidak hidup dan tidak mati. Bagi orang-orang kafir atau musyrik (menyekutukan Allah) mereka akan tinggal di dalamnya kekal selamanya. Sedangkan orang beriman yang banyak berdosa tetapi tidak bersyirik (tidak musyrik), bilah Allah memasukkannya keneraka, maka dia tidak akan kekal didalamnya.
Sebagian gambaran tentang neraka dan siksaannya:


A. Kedalamannya.


Abu Hurairah berkata, "Kami berada bersama Rasulallah , dan kami mendengar suara sesuatu yang jatuh. Nabi  bersabda, "Tahukah kalian suara apa itu? Kami menjawab, "Allah dan RasulNya yang paling mengetahui", Nabi bersabda, "Itu suara batu yang dilemparkan ke neraka tujuh puluh tahun yang lalu, tetapi baru jatuh di dasarnya sekarang". (HR. Muslim)


B. Kekuatan panasnya


Nabi  bersabda, "Api yang kita kenal di dunia ini adalah sepertujuh puluh bagian dari api neraka". (HR. Bukhari) dan api itu tidak pernah padam.
“Tiap-tiap kali nyala api jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya”. (QS. 17:97)
“Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air panas yang mendidih dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan”. (QS. 56 :41-44)


C. Makanannya. (QS. 88:6-7) 


“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”. 
“Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas”. (QS. 44:43-46)
D. Minumannya adalah Hamim (air yang mendidih). 
“Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghangus-kan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”. (QS. 18:29)


E. Pakaiannya. 


“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka”. (QS. 22:19)


F. Yang teringan siksanya. 


Nabi  bersabda, "Orang yang paling ringan siksanya diantara para penghuni neraka nanti adalah orang yang dibawah telapak kakinya ditaruh bara yang menyala, yang akan membuat otaknya mendidih". (HR. Bukhari)


G. Keadaan kulit mereka. 


“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 4:56)





SUMBER :http://flawlessimagine.blogspot.com

Selasa, 17 Januari 2012

3 kunci kehidupan

Kunci Pertama : IMAN

Jangan pernah kehilangan iman kepercayaan Anda pada Sang Pencipta. Apa yang telah Anda pelajari tentang kebaikan, sekiranya itu menjadi pegangan dalam hidup ini. Dikala situasi sulit menimpa, kembali berpegang pada iman masing-masing agar selalu dikuatkan. Dikala godaan menghampiri, sadarkan diri Anda bahwa jangan sampai dikalahkan oleh godaan yang bersifat kenikmatan sesaat. Gembira atau sedih biarlah iman selalu hidup dalam diri setiap manusia.

Kunci Kedua : HARAPAN
Selama matahari masih bersinar dipagi hari, selama Anda masih bernafas ketika bangun pagi, berarti harapan akan selalu ada dalam hidup ini. Seseorang akan merasakan hidup yang luar biasa, ketika ia selalu membangkitkan harapan positif dalam hidup ini. Meskipun pengalaman pahit pernah menghiasi buku harian Anda, penderitaan yang selalu Anda alami, percayalah selama harapan Anda akan esok hari selalu positif, maka badai yang selama ini hadir pasti akan berlalu. Yang terpenting adalah apakah seseorang masih memiliki harapan ketika dunia semakin keras terhadap dirinya. Hidup dengan harapan yag positif-lah yang akan menggerakkan langkah Anda menuju sesuatu yang baik, lebih termotivasi untuk mewujudkan sesuatu, dan semakin memiliki kepercayaan diri bahwa diri Anda adalah pribadi yang luar biasa.

Kunci Ketiga : KASIH
Bunda Teresa selalu menyebarkan virus kasih kepada siapapun yang membutuhkannya. Tidak peduli ia cantik, sakit, ataupun miskin, karena siapapun didunia ini berhak menerima cinta kasih. Hidup dengan kasih adalah awal menuju perdamaian. Mengapa ada perceraian, mengapa ada peperangan, mengapa ada kekerasan, mengapa ada rasa dendam? Penyebabnya sangat sederhana, karena belum adanya kasih dalam diri masing-masing untuk disebarkan bagi banyak orang. Anda baru bisa menyebarkan virus kasih, kalau Anda sudah menciptakannya dalam diri Anda sendiri dengan mulai menerima diri Anda apa adanya, mensyukuri segala karunia Tuhan dalam hidup ini.

25 Pahala amal shaleh dalam kehidupan

             pahala mengikuti sunnah dan menjauhi bid'ah, pahala ilmu, pahala wudhu, pahala adzan, pahala membangun dan menjaga mesjid, pahala menuju mesjid, pahala sholat, pahala sedekah, pahala berpuasa, pahala haji dan umrah, pahala zikir dan do'a, pahala berbuat baik dalam kehidupan, pahala berbuat baik kepada kedua orang tua, pahala silahturahmi, pahala berbuat baik kepada anak yatim, pahala berbuat baik diantara kaum muslimin, pahala berbaik sangka kepada Allah, pahala menjenguk orang sakit, pahala bersabar, pahala melayat jenazah dan menshalatinya, pahala memamahi Al-Qur'an, pahala berjihat di jalan Allah, pahala mencintai karena Allah, pahala memakmurkan bumi dengan tanaman, pahala bersikap lunak dan mencari yang halal.

KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA


OlehUstadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.

Pertama
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]
Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua).
Kedua
Bahwa ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.
“Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]
Ketiga
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.
“Arti : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yg lain, ‘Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kpd keduanya. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Ya Allah, seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]
Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan, dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya.
Kalau kita mengetahui, bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka peruntukan ‘Si Anak’ yg ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil.
‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur, dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia berta kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]
Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semua dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.
Keempat
Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan.
Kelima
Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga).
Dosa-dosa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan adzab di dunia diantara ialah beruntuk zhalim dan durhaka kpd kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak beruntuk baik kpd kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menghindarkan dari berbagai malapetaka, dgn izin Allah.
[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan Darul Qolam - Jakarta.]


Sumber Keutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Pahalanya : http://alsofwah.or.id

Shalawat, Obat Hati yang Gelisah


Bagi orang yang beriman, musibah sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa terpisahkan, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al Ankabut: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: " kami telah beriman", sedang mereka tidak diujilagi?"

Hidup manusia ini sesungguhnya adalah ujian. Orang yang kaya dicoba dengan hartanya, apakah dia membelanjakan di jalan yang benar atau tidak. Yang berilmu diuji dengan ilmunya, apakah dia memanfaatkan ilmu yang telah Allah SWT anugrahkan kepadanya atau malah menyembunyikannya, bahkan Si miskin pun dicoba dengan kemiskinannya apakah dia sabar atau tidak. Maka tidak ada orang mu'min yang terlepas dari ujian Allah SWT.

Penyikapan manusia atas ujiannya adalah cara bagaimana Allah SWT mengetahui mana yang tetap pada jalan-Nya dan mana yang berbelok dari-Nya. Bagi orang yang tetap di jalan-Nya, hidupnya akan selalu diliputi dengan rasa nyaman dan hatinya selalu tentram, karena dia yakin, semua yang ditimpahkan kepadanya adalah yang terbaik baginya menurut Allah SWT. Dia selalu berbaik sangka (khusnudzon).

Sebaliknya orang yang selalu berburuk sangka. Hidup orang ini selalu diliputi rasa gelisah, kurang bersyukur, malah kadang sampai kufur. Nau'zubillah min dzalik.

Tidak mudah memang untuk selalu menerima keputusan yang telah Allah SWT tentukan untuk kita, kecuali orang-orang yang sudah benar-benar kuat imannya. Namun bukan berarti tidak mungkin. salah satu caranya dengan membiasakan diri membaca shalawat.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, "Barangsiapa yang mendapatkan kesulitan, maka perbanyaklah membaca shalawat untukku, karena sesungguhnya ia dapat mengatasi berbagai masalah dan menghilangkan kegelisahan".

Dan ketika sudah membacanya berkali-kali, maka akan terasa sekali manfaatnya. Hati yang sebelumnya gundah gelisah, akan terasa tentram dan lapang. Wallahu 'alam bish shawab.

 Oleh: Saiful Mujab

Keutamaan membaca Al-Qur’an Al-Karim

    Membaca Al-Qur’an mendatangkan rahmat Allah Ta’ala ” Sesungguhnya orang-orang yg selalu membaca Kitabullah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian rizqinya yg telah kami anugerahkan kepadanya secara diam-diam dan terang-terangan mereka mengharapkan suatu perniagaan yg tiada merugi agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha mensyukuri“. . Sebagian ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an itu lbh utama dari pada membaca tasbih tahlil dan dzikir-dzikir lainnya.         Perumpamaan mukmin yg membaca Al-Qur’an. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Perumpamaan seorang mukmin yg membaca Al-Qur’an ialah ibarat buah utrujjah baunya harum dan enak rasanya sedangkan perumpamaan orang mukmin yg tidak membaca Al-Qur’an adl ibarat buah kurma tidak berbau tapi manis rasanya. Adapun perumpamaan orang munafik yg membaca Al-Qur’an ialah bagaikan wewangian baunya harum tapi pahit rasanya sedangkan perumpamaan orang munafik yg tidak membca Al-Qur’an adl bagaikan buah hanzolah tidak berbau lagi pahit rasanya“.       
Pahala membaca Al-Qur’an. Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an dihitung untuknya satu kebaikan dan pahala satu kebaikan adl sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan “Aliif laam miim” itu satu huruf melainkan Aliif satu huruf Laam satu huruf dan Miim adl satu huruf“.         Al-Qur’an menentukan tinggi atau rendahnya tempat di surga bagi pembacanya. Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Nanti akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah bacalah ia dgn tartil seperti kamu mentartilkan bacaannya sewaktu di dunia. Sesungguhnya tempatmu itu adl berdasarkan ayat terakhir yg kamu baca“.         Al-Qur’an akan memberi syafa’at kepada pembacanya besok di akherat Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Bacalah selalu Al-Qur’an sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti utk memberi syafa’at kepada para pembacanya“.         Balasan di akherat bagi orang tua yg anaknya selalu membaca dan mengamalkan Al-Qur’an Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Barangsiapa selalu membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya niscaya Allah akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya besok di hari kiamat yg mana cahaya mahkota tersebut lbh indah dari cahaya matahari yg menyinari rumah-rumah dunia. Maka apakah gerangan balasan pahala yg akan dianugerahkan kepada orang yg membaca dan mengamalkan Al-Qur’an itu sendiri? ” .         Membaca Al-Qur’an secara kontinyu adl termasuk dambaan tiap muslim Oleh krn itu mereka yg tidak sempat atau tidak mampu utk melakukannya akan merasa iri dgn yg lainnya dan inilah iri hati yg dibenarkan agama. Dalam sebuah hadits shahih Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Tidak diperbolehkan iri hati kecuali terhadap dua hal yakni Kepada seseorang yg dianugerahi Allah Al-Qur’an yg selalu ia lakukan siang dan malam dan kepada seseorang yg diberi Allah harta kekayaan yg selalu menafkahkannya siang dan malam“.         Membaca Al-Qur’an akan men-datangkan ketenteraman ketenangan kedamaian dan rahmat Allah akan selalu menyertainya Rasul Shalllalllahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda “Jika ada sekelompok orang yg berkumpul di salah satu rumah Allah utk membaca dan mempelajari kitabullah maka akan turun kepada mereka ketentraman kedamaian dan dan mereka akan diliputi oleh rahmat serta dikelilingi oleh para malaikat. Dan Allah selalu menyebut mereka di kalangan penduduk langit“.   Perlunya mempelajari dan mendalami Al-Qur’an.  Al-Qur’an adl kitabullah yg suci wahyu Ilaahi yg telah diturunkan Allah kepada Nabi pilihan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yg mengandung cahaya robani guna menerangi jalan hidup mereka. Allah berfirman “Sesungguhnya Al-Qur’an ini selalu memberi petunjuk kepada jalan yg lurus“. “Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu dan telah Kami turunkan cahaya yg terang benderang “. “Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi berbagai macam penyakit dalam dada dan menjadi petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yg beriman“.  Untuk memperoleh hikmah dari turunnya Al-Qur’an kita perlu memahami nya sehingga mengerti maksud dari tiap ayat yg dikandungnya dgn jalan mempelajarinya utk itu Allah Ta’ala berfirman “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an utk pelajaran maka adakah orang yg mengambil pelajaran?”  Ini adl suatu jaminan mutlak dari Allah Ta’ala yg tidak pernah diberikan kepada kitab-kitab sebelumnya suatu jaminan yg maha tinggi dan sangat berharga tersirat di dalamnya suatu bimbingan bagi mereka yg mengingin kan konsep hidup yg mapan demi meraih kesejahteraan di dunia dan akherat. Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selaku penerima wahyu Ilahi ini yg telah mengetahui dgn pasti tentang kebenaran Al-Qur’an memerintahkan ummatnya utk selalu mempelajarinya sebagaimana sabdaNya “Bahwasanya Al-Qur’an ini adl hidangan Allah maka belajarlah dari hidanganNya semampu kamu“.  Mempelajari Al-Qur’an tidak sebatas hanya belajar membaca saja tetapi ter masuk juga memikirkan memahami mendalami dan sekaligus melaksanakan ajaran-ajarannya. Firman Allah Ta’ala “Ini adl sebuah Kitab yg Kami turunkan kepadamu penuh dgn berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yg mempunyai pikiran”. “Maka apakah mereka tidak memper hatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”  Keutamaan mempelajari dan mendalami Al-Qur’an. #        Orang yg paling baik adl yg mempelajari Al-Qur’an kemudian mengajarkannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Sebaik-baik kamu adl orang yg mempelajari Al-Qur’an lantas mengajarkannya“.         Allah akan meninggikan atau merendahkan derajat suatu kaum lantaran Al-Qur’an. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Bahwasanya lantaran Al-Qur’an ini Allah mengangkat derajat suatu kaum dan merendahkan derajat yg lainnya“.         Orang yg pandai membaca Al-Qur’an dan selalu membacanya akan bersama para malaikat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Orang yg selalu membaca Al-Qur’an dan ia pandai dalam hal itu akan bersama para malaikat yg mulia. Sedangkan orang yg membaca Al-Qur’an dgn terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya ia akan mendapatkan dua pahala“.

Sabtu, 04 Juni 2011

Cara Metutup Aurat....!!!!


      Persoalan aurat ini telah diputuskan secara jelas oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an menerusi ayat hijab iaitu ayat 30 dan 31 Surah al-Nur yang bermaksud:
30.”Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan (kemaluan) mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan.
31. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan (kemaluan) mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka…..” sehingga akhir terjemahan ayat ini.
Kehendak ayat ini adalah jelas, kecuali maksud “perhiasan tubuh yang zahir” itu. Allah tidak menerangkan maksudnya, begitu juga tiada hadis qawli (ucapan Nabi ) yang sahih tentangnya. Tetapi hadis iqrari (perakuan Nabi ) yang sahih amatlah banyak sekali, iaitu perakuan Nabi  terhadap para Sahabiat (sahabat wanita) yang semuanya bertudung setelah turun ayat hijab itu, seperti berikut:
  • Pertamanya, hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Ibn Jarir daripada ‘Aishah r.a.:
“Allah merahmati wanita-wanita Muhajirin yang pertama, apabila turunnya ayat (yang bermaksud) “…dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka…”, serta-merta mereka mengoyakkan apa sahaja kain (yang ada di sekeliling mereka) lalu bertudung dengannya.”
  • Kedua, hadis sahih yang diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dan Abu Dawud daripada Safiyyah bint Shaybah katanya:
“Ketika kami bersama ‘Aishah r.a., kami menyebut-nyebut tentang kelebihan-kelebihan wanita Quraisy, lalu ‘Aishah menyampuk: “Memang benar wanita Quraisy ada kelebihan, tetapi demi Allah sesungguhnya aku tidak pernah melihat wanita yang lebih baik daripada wanita Ansar dari segi kuatnya iman dan pegangan mereka terhadap kitab Allah. Apabila Allah turunkan ayat (yang bermaksud) “…dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka…”, serta-merta suami-suami mereka balik dan membacakan kepada mereka apa yang Allah turunkan kepada mereka, anak perempuan mereka, saudara perempuan mereka dan semua kaum kerabat mereka, sehingga tiada seorang perempuan pun daripada mereka melainkan bergegas mencari apa saja kain yang ada di sekeliling mereka lalu bertudung dengannya sebagai membenarkan dan membuktikan iman kepada apa yang Allah turunkan, maka jadilah mereka wanita-wanita yang bertudung bersama Rasulullah saw, seperti sekumpulan gagak hitam berada atas kepala mereka.”
Lihat tentang tafsiran dua ayat dan dua hadis di atas dalam Muhd Ali al- Sabuni, Mukhtasar Tafsir Ibn Kathir, (percetakan Dar al-Sabuni, Kaherah, t.t.)
  • Dan ketiga, satu hadis yang tidak berapa sahih tentang tafsiran”perhiasan tubuh yang zahir” itu ialah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud daripada ‘Aishah r.a.:
Bahawa Asma’ bint Abi Bakr (kakaknya) datang bertemu Nabi s.a.w. dalam keadaan pakaiannya nipis sehingga nampak kulit badannya, lalu Nabi s.a.w. pun berpaling daripadanya dan bersabda: “Wahai Asma’, seorang perempuan yang telah sampai haidh (baligh) tidak boleh dilihat (hendaklah bertutup) pada badannya melainkan ini dan ini” (sambil baginda menunjukkan ke arah wajah dan kedua pergelangan tangannya).
Dalam mentafsirkan ayat al-Qur’an yang bermaksud “dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka”. Prof. Dr. Hamka, dalam buku Tafsir Al-Azhar jld. 7 menjelaskan bahawa  : ‘Peringatan kepada perempuan, selain menjaga penglihatan mata dan memelihara kemaluan, ditambah lagi iaitu janganlah dipertontonkan perhiasan mereka kecuali yang nyata sahaja. Cincin di jari, muka dan tangan, itulah perhiasan yang nyata. Ertinya yang sederhana  dan tidak menyolok dan menganjurkan. Kemudian diterangkan pula bahawa hendaklah selendang (kudung) yang telah memang tersedia ada di kepala itu ditutupkan ke dada’.
Dalam mentafsirkan ayat yang sama, Ahmad Mustafa Al-Maraghiy dalam kitabnya Tafsir Al-Maraghiy jld.9 pula menjelaskan bahawa :“Begitu juga setiap wanita hendaklah tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya terhadap lelaki yang bukan muhrim, kecuali perhiasan yang biasa nampak dan tidak mungkin dapat disembunyikan, seperti cincin, celak mata dan lipstik. Dalam hal ini mereka tidak akan mendapat kesalahan. Kecualilah jika mereka menampakkan perhiasan yang patut disembunyikan seperti gelang tangan, gelang kaki, kalung mahkota, selempang dan anting-anting kerana semua perhiasan ini terletak pada bahagian tubuh (pergelangan tangan, betis, leher, kepala, dada dan telinga) yang haram dipandang kecuali oleh orang yang dibenarkan untuk melihatnya. Setelah melarang daripada menampakkan perhiasan, Allah Ta’ala selanjutnya memerintahkan agar menyembunyikan sebahagian tempat perhiasan pada anggota tubuh itu di mana mereka hendaklah melabuhkan tudung kepala ke dada bahagian atas hingga di bawah leher, supaya dengan yang demikian mereka dapat menutupi rambut, leher dan dadanya, sehingga tidak sedikitpun dapat dilihat oleh orang lain. Seringkali wanita menutupkan sebahagian tudungnya ke kepala dan sebahagian lagi dilabuhkan ke punggung sehingga nampak pangkal leher serta sebahagian dadanya seperti yang telah menjadi adat jahiliyyah. Dari itu mereka dilarang berbuat demikian”.
Daripada kedua-dua tafsiran ini jelaslah bahawa seorang wanita yang beriman itu wajib memakai tudung dan menutup aurat serta perhiasan-perhiasan yang terletak pada bahagian tubuh yang wajib disembunyikan daripada pandangan orang yang bukan muhrim kecuali pada muka dan kedua-dua pergelangan tangan yang merupakan perhiasan yang nyata bagi mereka.
Seterusnya, Allah Ta’ala turut menegaskan lagi mengenai kewajipan ini dalam Al-Qur’an Al-Karim menerusi ayat 59 Surah al-Ahzab yang bermaksud:
“Wahai nabi (Muhammad), suruhlah kepada isteri-isteri kamu, anak-anak perempuan kamu dan wanita-wanita beriman agar melabuhkan jilbab (pakaian bagi menutup seluruh tubuh) mereka (semasa mereka keluar), cara yang demikian itu lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasihani (terhadap dosa kamu di masa lalu).”
Dalam mentafsirkan ayat ini, Imam Ibn Kathir berkata, “Allah s.w.t. memerintahkan NabiNya supaya menyuruh isteri, anak dan wanita beriman agar mereka melabuhkan jilbab mereka supaya mereka berbeza dengan wanita jahiliyyah (yang tidak menutup aurat), dan jilbab ialah kain yang dipakai di atas tudung kepala…” (Lihat Muhd ‘Ali al-Sabuni, Mukhtasar Tafsir ibn Kathir, Dar al-Sabuni, Kaherah, t.t.)
           Berdasarkan tafsiran ini, makna jilbab yang paling tepat dalam konteks hari ini ialah cadur, seperti yang dipakai oleh wanita Iran itu. Bagaimanapun jilbab yang difahami dan dipakai oleh wanita Islam Melayu sekarang pun telah mencapai maksud ayat tadi, iaitu supaya mereka dikenal sebagai wanita solehah dan tidak berani diganggu oleh lelaki fasiq pada kebiasaannya. Jilbab itu hendaklah labuh sedikit sehingga menutup bentuk dada mereka dan lebih baik lagi sehingga menutup paras punggung mereka. Ini kerana antara tempat yang paling menarik perhatian dan menjadi bualan lelaki-lelaki fasiq ialah dua tempat sensitif itu. Maka perlulah tutup lebih sedikit berbanding betis dan lengan. Perkara inilah yang wajib difahami oleh wanita-wanita yang mulia, terhormat dan mempunyai harga diri. Adapun wanita yang tidak bercita-cita sedemikian, maka mereka mencipta pelbagai alasan untuk mengharuskan pendedahan aurat atau perhiasan sulit (bukan zahir) mereka. Namun para pendakwah perlulah berhikmah dan beransur-ansur dalam pendekatan mereka. Jangan menghentam, menyerang dan menghina wanita Islam yang belum dihidayatkan Allah itu. Berilah galakan kepada mereka dan puji-pujilah mereka bahawa mereka kelihatan lebih cantik dan menawan bila mereka menutup aurat. Mudah-mudahan pujian tersebut dapat melembutkan hati mereka untuk bertudung dan menutup aurat dengan sempurna. Namun, pendekatan beransur-ansur itu bukan bermakna mengatakan mendedah rambut tidak berdosa. Ini adalah pernyataan yang salah dan menyeleweng daripada tuntutan syariat Allah dan Rasul-Nya.
        Cara menutup aurat seperti yang diterangkan tadi adalah wajib bagi setiap wanita Islam bermula sejak mereka baligh sehingga mencapai usia yang tiada keinginan untuk berkahwin/bersuami lagi (menopaus). Bila mereka telah mencapai usia menopaus dan tiada keinginan lagi, maka ketika itu ada kelonggaran untuk mereka tidak menutup rambut dengan syarat tidak bersolek. Jika mereka masih bersolek dan berpakaian seksi, maka dakwaan bahawa mereka tiada keinginan adalah tidak diterima, kerana lazimnya tujuan solek dan pakaian seksi itu adalah untuk menarik perhatian dan mencari pasangan. Walau bagaimanapun, kekal beriltizam dengan cara menutup aurat yang sempurna itu adalah lebih baik bagi mereka, walaupun sesudah tiada keinginan. Hukum ini berdasarkan ayat 60 Surah al-Nur.

Aurat Bg Wanita....!!!!

       Ringkasnya, di sini saya senaraikan had-had pandangan atau aurat bagi wanita menurut al-Quran dan hadis, dari apa yang saya baca dan fahami.. Fikirkan dan semuanya terletak atas keimanan anda.

1.BULU KENING

Menurut Bukhari: “Rasulullah s.a.w melaknat perempuan yang mencukur(menipiskan bulu kening / meminta supaya dicukurkan bulu kening)”.
Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari

2.KAKI

“Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar di ketahui perhiasan yang mereka sembunyikan”.
An-Nur :31
* Menampakkan kaki
* Melenggokkan badan mengikut hentakan kaki

3.WANGIAN

“Siapa sahaja wanita yang memakai wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka mencium baunya,maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina”.
Riwayat Nasaie’,Ibn Khuzaimah dan Hibban

4.DADA

“Hendaklah meraka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka…”.
An-Nur :31

5.GIGI

“Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya”.
Riwayat At-Thabrani
“Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik yang merubah ciptaan Allah”.
Riwayat Bukhari dan Muslim

6.TANGAN

“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya”.
Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi

7.MUKA DAN LEHER

“Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahiliyyah yang dahulu”.
Bersolek (make-up)
Menurut Maqatil : membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang jahiliyyah dengan sengaja.
8.RAMBUT
“Wahai anakku Fatimah ! adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya”.
Riwayat Bukhari dan Muslim
9.MATA
“Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pandangannya”.
An-Nur : 31
“Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pada pandangan yang pertama,ada pun pandangan seterusnya tidak di benarkan”.
Riwayat Ahmad,Abu Daud dan Tirmidzi

10.PAKAIAN

“Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan,maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhirat nanti”.
Riwayat Ahmad,Abu Daud,An-Nasaie dan Ibn Majah
“Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat.Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya”.
Riwayat Bukhari dan Muslim
Berpakaian tipis/jarang
Berpakaian ketat/nampak bentuk
Berpakaian berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu
“Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu,anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin,hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali.Lantaran itu mereka tidak diganggu.Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Al-Ahzab : 59

11.KEMALUAN

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin,hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (jangan berzina)”.
An-Nur : 31
“Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu,puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (tidak berzina) dan menta’ti suaminya,maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya”.
Riwayat Al-Bazaar
“Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya,melainkan dia telah membinasakan tabir antara dirinya dengan Allah”.
Riwayat Tirmidzi,Abu Daud dan Ibn Majah

12.MUKA DAN TANGAN

Asma’ binti Abu Bakar telah menemui Rasulullah s.a.w dengan memakai pakaian yang tipis.Sabda Rasulullah s.a.w: “Wahai Asma’!Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaidh tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah sahaja”.
Riwayat Bukhari dan Muslim

13.MULUT (SUARA)

“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya,tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik”.
Al-Ahzab : 32
“Sesungguhnya akan ada ummatku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain,iaitu kepala mereka dilalaikan oleh-oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan,maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi”.
Riwayat Ibn Majah

Rabu, 11 Mei 2011

TipS Yg ke 3....!!!!


Agar iman tetap terjaga maka iman itu perlu dirawat dengan baik, so dia menjadi sehat dan kuat. Ne ada beberapa tips untuk merawat iman,check it out frend…

1.Iman perlu ditanamkan dengan cara yang benar
 
Agar iman tumbuh dengan baik, maka perlu ditanamkan dengan cara yang benar. Yaitu dengan pemahaman konsep laa ilaaha illallah yang murni dan konsekuen. Ilmu tentang keimanan yang benar sesuai dengan manhaj ahlussunnah wal jamaah dibutuhkan agar iman itu tertanam dengan mantap. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.(QS. Muhammad : 19)

2.Iman perlu diperbaharui terus 

Rasulullah SAW telahbersabda bahwa iman itu kadang betambah dan kadang berkurang. Sehingga iman itu perlu terus ditambah. Baik dengan zikr, fikir, atau aktifitas lainnya yang bisa terus menambah iman. Tanpa adanya perbaikan iman, maka iman itu sedikit demi sedikit akan mengalami kegersangan. Karena itu dia perlu terus disirami dan dipupuk agar menjadi subur. Orang yang tidak pernah mau memperbaharui iman, bisa jadi tidak menyadari kemunduran imannya kecuali setelah iman itu telah lenyap.

3.Iman perlu dijaga bersama dalam lingkungan yang baik 

Lingkungan tempat dimana kita hidup sangat besar dalam mempengaruhi iman kita. Karena itu dalam Islam kita mengenal konsep hijrah dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang. Tujuannya adalah agar iman yang sudah baik itu kemudian bercampur dengan lingkungan yang buruk yang hanya akan menodainya. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri , malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?”. Mereka menjawab : “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri “. Para malaikat berkata : “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(QS. An-Nisa : 97)

4.Menjauhkan diri dari maksiat 

Kita tahu bahwa maksiat kecil namun bila dilakukan secara rutin dan berulang-ulang akan bisa merusak iman. Karena itu jangan biarkan maksiat kecil itu menggerogoti iman yang ada dalam dada. Jangan biarkan maksiat kecil itu menutupi cahaya hati kita dengan kegelapan, yang membuat kita tidak bisa lagi melihat cahaya.
Selalu zikir dan ingat kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.(QS. Al-Hadid : 16)

5.Doa agar ditetapkan iman 

Allah adalah tuhan yang menciptakan hati kita. Dia pula yang akan merubah hati kita dan membolak-balikkannya. Karena itu kita diperintahkan untuk minta ditetapkan hati ini agar selalu tetap berada di dalam jalan yang benar.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi “.(QS. Ali Imran : 8)

6.Banyak Membaca Al-Quran Al-Karim 

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil .(QS. Al-furqan : 32)

7.Memperbanyak ibrah dan mengambil pelajaran dari kisah orang terdahulu 

Dengan banyak mengkaji sejarah para nabi dan rasul serta kisah pada orang shaleh, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan tambahan kemantapan hati. Karena pada kisah mereka memang telah Allah SWT masukkan pelajaran penting dan berguna. Setiap kali kita membuka kembali kisah mereka, kita pasti akan mendapatkan kekuatan batin yang akan mengawal perjalanan kita menuju kebenaran dan menjaga kita dari penyelewengan. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.(QS. Huud : 120)
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi obelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS. Yusuf : 112)
rang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS. Yusuf : 112)

TipS Yg ke 2...!!!!


1. Kata terakhir dan kata pertama.

Pastikan bahwa ‘Allah’ adalah kata terakhir yang terucap sebelum Anda terlelap, begitu juga kata yang pertama terucap saat Anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong Anda untuk mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin mengingat Dia.

2. Bangun malam hari.

Hal pertama berwudhulah, dan shalatlah dimalam hari sendirian. ‘Umar ibn Kahattab (semoga Allah meridhainya) selalu minta disediakan secawan air di sebelah tempatnya tidur. Begitu terbangun, tangannya dibasahinya dan diusapkannya ke wajahnya, untuk langsung bangkit berwudhu dan shalat.

3. Bukalah Al-Qur’an di tengah malam.

Bacalah pelan-pelan di malah hari sendirian, baca terjemahannya, resapi maknanya karena itu disampaikan Allah khusus untuk Anda.

4. Bangunkan orang lain.

Sebelum subuh bangunkan anggota keluarga Anda yang lain dengan lemah lembut untuk melakukan hal yang sama dengan anda.

5. Shalat subuh berjama’ah.

Bagi laki-laki shalat subuh di masjid hampir-hampir wajib. Sampai Rasulullah berkata, untuk orang munafiq, shalat berjama’ah di masjid yang paling berat adalah ‘isya dan subuh. Ada saja alasan untuk menghindarinya. Bagi perempuan, shalat berjamaah di rumah pun baik.

6. Bacakan ayat dan hadits.

Pilihkan satu ayat Al-Qur’an dan satu hadits Rasulullah kepada orang-orang di rumah Anda sebagai hadiah pertama di pagi hari. Jadikan ayat dan hadits itu bahan obrolan pertama Anda sebelum berbincang tentang hal lain.

7. Baca sirah nabi.

Usahakan membaca satu atau dua halaman sirah Rasulullah di pagi hari untuk menambah kecintaan dan keshiddiqan kita kepada Muhammad Nabiyullah yang namanya kita sebut dalam syahadat keIslaman kita.

8. Sebelum keluar rumah.

Jangan lewati pintu rumah untuk berangkat bekerja atau menuntut ilmu urusan lainnya, sebelum tawakkal kita hanya kepada Allah dalam segala urusan. Ucapkan Bismillahittawakkaltu ‘ala Allahi Laa Hawla wa laa quwwata illaa billahi.. Dengan nama Allah aku bertawakkal (menggantungkan semua urusanku) hanya kepada Allah, tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.

9. Mendengar Al-Qur’an.

Usahakan tetap mendengar lantunan bacaan Al-Quran kemanapun Anda pergi hari ini, baik dari alat elektronik yang bisa Anda setel, atau dari senandung Anda sendiri dari hafalan maupun bacaan Anda.

10. 24 jam doa.

Ucapkanlah berbagai macam doa sehari-hari (mulai dari masuk kamar kecil sampai doa berkendaraan) yang diajarkan Rasulullah, dengan niat dan tujuan menambah rasa ketergantungan kita hanya kepada Allah. Semakin kita tergantung hanya kepada Allah dalam segala urusan, semakin independen kita dari pengaruh manusia lain, siapaun dia, setinggi apapun jabatannya terhadap kita, sebanyak apapun hartanya dibandingkan dengan diri kita. Begitu Allah melihat bukti bahwa kita hanya bergantung kepada-Nya, PASTI Dia akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia lain, dan memudahkan semua urusan kita.

11. Kegiatan utamaku shalat

Aturlah agenda harian Anda berdasarkan rotasi 5 waktu shalat. Rancanglah semua agenda kerja dan kegiatan sedemikian rupa, yang membuat Anda sudah berada di tempat menunaikan shalat dalam keadaan berwudhu minimal 15 menit sebelum adzan berkumandang. Rasakan berkah demi berkah akan dilimpahkan kepada Anda.

12. Wudhu sempurna.

Peliharalah wudhu Anda selama mungkin. Berwudhulah dengan sempurna. Perhatikanlah air yang mentes dari kulit wajah dan bagian-bagian tubuh Anda, saksikan dosa-dosa Anda bercucuran bersama air itu.

13. Shalat terakhir.

Laksanakan shalat seakan-akan itu shalat Anda yang terakhir. Hadapkan tubuh Anda lurus-lurus ke arah Ka’bah Baitullah. Tundukkan jiwa Anda di hadapan Allah Pencipta dan Pemelihara Hidup Anda. Ejalah satu demi satu bacaan shalat dengan kerendahan hati dan kehinaan diri di hadapan Allah.

14. Berpuasa.

Lakukan puasa sunnah sebanyak mungkin, karena orang yang berpuasa doanya langsung dikabulkan Allah. Sedangkan doa adalah senjata utama Mu’min.

15. Berinfaq dan bershadaqah.

Apapun bentuk harta yang Anda miliki, itu sepenuhnya hak Allah. Gunakan harta itu sesuai kehendak pemiliknya yang sejati. Perbanyak shadaqah dan berinfaq untuk menunjukkan kepada Allah, bahwa harta yang ada pada kita sama sekali tidak mengganggu kesadaran kita, “bahwa ini semua milik Engkau ya Allah.”

16. Bersahabat.

Bergaul dan bersahabatlah sebanyak dan sesering mungkin dengan sesama orang yang meiliki iman. Dahulukan iman, ibadah, ilmu dan amal shalih sebagai kriteria kita memilih atau tidak memilihnya menjadi teman apalagi sahabat karib. Bila bergaul dengan orang yang masih lemah iman, atau bahkan kafir, pasanglah niat yang kuat, bahwa Anda bergaul dengannya dengan tujuan membagi kelezatan iman yang sudah kita rasakan. Kalau ditawari yang lezat-lezat dia menolak, ya tak usah buang-buang waktu menjadi temannya. Karena kata Nabi, di akhirat kita akan hidup bersama dengan teman kita sesama hidup. Wallahu a’lam bishshawwab.



PenJaga Ke!manan Q


1. Menanam pemahaman yang benar, kuat dan dalam

Aqidah dan pemahaman Islam itu ibarat tumbuhan, bila tidak memiliki akar yang kuat menghujam ke dalam bumi, maka dia tidak akan bisa tegak berdiri. Angin sepoi-sepoi yang berhembus sudah dapat membuatnya roboh. Sebaliknya, pohon yang akarnya menghujam kebumi tidak akan bergerak meski angin ribut bercampur badai mengamuk. 

Perumpamaan ini sesuai dengan apa yang Allah sebutkan dalam Al-quran Al-Kariem : 

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS. Ibrahim : 24-25).

Sehingga agar aqidah dan pemahaman Islam ini menjadi kuat dan tegak, haruslah ditanam dengan benar agar akar-akarnya benar-benar menghujam ke bumi. Batangnya akan kuat menahan gempuran sebesar apapun. Dalam hal ini adalah sistem pembinaan yang menekankan kedalaman aqidah dan keaslian ajaran Islam serta kemampuan untuk dapat mengakses langsung sumber-sumber Islam dari mata airnya menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. 

2. Selalu mengaitkan semua kejadian dan pengalaman hidup kepada Allah

Agar iman ini benar-benar menyatu dalam jiwa, maka kita perlu menjadikan iman sebagai kacamata kehidupan sehari-hari dengan tidak membiarkan satu tititk pun dalam kehidupan kita yang tidak dirambah dengan pendekatan syar`i. 

Untuk itu kita harus selalu menghadirkan Allah dalam setiap langkah dan aktifitas kita. Realisasinya adalah selalu menjadikan syariat Islam sebagai format berpikir, memandang dan bertindak dalam setiap sendiri kehidupan sehari-hari. 

3. Bergaul dengan sesama orang beriman

4. Selalu melakukan muhasabah pribadi

5. Selalu mengingat mati dan hari qiyamat

6. Segera berhenti dari dosa sebelum terlambat

7. Tidak over dalam bertindak

8. Berdoa agar selalu dikuatkan iman dan istiqamah